Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Selamat datang

Selamat datang
hstarchitects

Jumat, 22 Oktober 2010

KAYU GLUGU Sebagai Bahan Alternatif Membuat Rumah


Memiliki rumah merupakan impian dari setiap orang.
Adakalanya orang ingin membeli rumah jadi siap huni dan ada pula orang yang ingin menikmati rumahnya dengan membangun sendiri.
Dalam membangun sebuah rumah kebanyakan pemilik pasti memilih barang-barang kualitas terbaik yang mungkin harganya relatif mahal. Namun bagaimana bila kita ingin membangun sebuah rumah dengan dana yang terbatas?
Bagaimana bisa mewujudkan rumah impian yang nyaman dengan harga material yang relatif murah, tanpa berpaling dari kualitas bahan itu sendiri?.....

Bagaimana mungkin mendapatkan rumah yang indah dan nyaman serta kuat dengan kualitas baik?

Kayu glugu merupakan salah satu komponen dalam membangun rumah dengan dana terbatas tapi mempunyai kualitas yang cukup baik dan artistik.

Kayu murah ini bisa tampil sangat cantik dan artistik jika kita kreatif dalam melakukan finishing. Jenis kayu ini memiliki urat-urat kayu yg sangat kasar, namun kita bisa mendapatkan hasil akhir yang sangat cantik.
Dengan kayu glugu kita bisa mendapatkan kesan bangunan yang kekar, kuat nan artistik....

Sabtu, 06 Juni 2009

SKEMATIK DESAIN ARSITEKTUR


DESAIN ARSITEKTUR

Arsitektur merupakan ilmu yang memadukan teknologi membangun dengan estetika/keindahan. Definisi yang lebih luas meliputi disain lingkungan terbangun secara keseluruhan, mulai dari skala makro berupa perancangan kota (town planning), desain perkotaan (urban design), dan penataan lanskap (landscape architecture) sampai pada skala mikro berupa detail konstruksi dan furnitur.
Arsitektur merupakan wujud fisik sebagai wadah kegiatan manusia lebih dari sekedar usaha pemenuhan persyaratan fungsional semata dalam sebuah program bangunan. Gubahan dan organisasi unsur bentuk dan ruang akan menentukan bagaimana arsitektur dapat meninggikan suatu karya, memperoleh tanggapan dan mengungkapkan suatu makna.

1.Tahap Prarencana (Preliminary Design)
Pada tahap ini dilakukan proses analisa/pengenalan terhadap permasalahannya, merumuskan lingkup permasalahannya, pengumpulan data yang relevan untuk diasimilasikan. Data awal ini yang akan menjadi acuan dalam penyusunan program ruang, konsep perancangan, dan desain awal.
Keluaran pada tahap ini adalah konsep perancangan Site Plan, Denah, Tampak, Potongan dan Perspektif.

2.Tahap Pengembangan Disain (Design Developmet)
Tahap pengembangan disain merupakan lanjutan tahap prarencana, dalam tahap ini disain-disain yang sudah ada dalam tahap sebelumnya dimatangkankan lagi sehingga diperoleh satu disain final.
Keluaran tahap ini adalah Gambar Site Plan, Denah, Tampak, Potongan dan Perspektif. Dalam tahap ini dapat diperoleh penjelasan yang lebih rinci mengenai disainnya.

3.Tahap Desain Akhir (Final Design)
Tahap desain akhir ini merupakan tahap dimana sudah didapat satu desain akhir yang telah disepakati bersama untuk selanjutnya diproduksi dalam bentuk gambar kerja.

4.Output berupa Gambar Kerja dan RKS (Rencana Kerja dan Syarat-syarat)
Dalam tahap ini dilakukan proses produksi gambar kerja, sehingga desain yang sesuai untuk Anda dapat segera terwujud. Gambar kerja ini menjadi gambar acuan bagi pelaksana (kontraktor).


Gambar kerja terdiri dari:
Gambar Arsitektur
Gambar Struktur
Gambar Mekanikal/Elektrikal
- Block Plan, Site Plan
-Denah/Layout
-Tampak Bangunan
-Potongan
-Rencana Lantai
-Rencana Plafond
-Rencana Kusen
-Rencana Pagar/railing
-Rencana Sloof, Kolom dan Pondasi
-Rencana Pembalokan
-Rencana Atap
-Rencana Tangga
-Detail Pondasi
-Detail Pembesian
-Detail Atap
-Detail Profile
-Detail KM/WC
-Rencana titik lampu, tv dan telepon
-Rencana air bersih dan air kotor



DESAIN INTERIOR
Disain interior merupakan proses membentuk pengalaman ruang. Suasana nyaman, formal, sakral, santai, akrab dsb dapat dibentuk dengan memberikan perlakuan khusus pada elemen pembentuk ruang yaitu dinding, lantai dan langit-langit. Suasana yang kita inginkan dapat terwujud dengan pemilihan material yang sesuai pada elemen pembentuk ruang, penataan perabot dan ornamen yang tepat.
Disain interior merupakan proses kerja kreatif yang memberikan analisa kebutuhan ruang, merumuskan konsep perancangan, proses perancangan, menyajikannya dalam bentuk gambar yang komunikatif dan membuat dokumen kerja/konstruksi . Sehingga desain tersebut dapat terwujud sesuai dengan keinginan Anda.

Lingkup pekerjaan Disain Interior adalah sebagai berikut:
1.Tahap Prarencana (Preliminary Design)
Pada tahap ini dilakukan proses analisa mengenai kebutuhan ruang, merumuskan konsep perancangan, perancangan awal dengan beberapa alternatif disain.
2.Tahap Pengembangan Disain (Design Developmet)
Tahap pengembangan disain merupakan lanjutan tahap prarencana, dalam tahap ini disain-disain yang sudah ada dalam tahap sebelumnya dimatangkankan lagi sehingga diperoleh satu disain final.
3.Tahap Desain Akhir (Final Design)
Tahap desain akhir ini merupakan tahap dimana sudah didapat satu desain akhir yang telah disepakati bersama untuk selanjutnya diproduksi dalam bentuk gambar kerja.
4.Output berupa Gambar Kerja dan RKS (Rencana Kerja dan Syarat-syarat)
Dalam tahap ini dilakukan proses produksi gambar kerja, sehingga desain yang sesuai untuk Anda dapat segera terwujud. Gambar kerja ini menjadi gambar acuan bagi pelaksana (kontraktor).

Sumber : http://www.tapake.com/services.html

Jumat, 05 Juni 2009

TUKANG ARSITEK



....................................Berawal dari melihat nilai suatu keindahan, Aku coba mentelaah apa arti dalam sebuah anganku. Aku berusaha mencari makna yang tersirat dalam sebuah kata, hingga aku berlari mengejarnya. Dari sebuah desa terpencil aku tekadkan langkahku menapaki jejak-jejak yang tersembunyi. Aku berangkat dari desaku hingga aku sampai di sebuah kota kecil yang berirama.
Di sini aku mulai menginjakan kaki dalam sebuah pelajaran yang membawaku bergumul di dunia rekayasa bangunan.